Perlengkapan Pemadam Kebakaran

Tabung pemadam api

Tabung Pemadam Api adalah alat pemadam kebakaran yang terbagi menjadi 2 jenis, yaitu: tabung pemadam api portable unit dan tabung pemadam api trolley unit. Dari keduanya diatas dibagi 2 lagi berdasarkan sistem, yaitu cartridge sistem dan Stored Pressure System. dan bagi tabung pemadam api yang memiliki cartridge sistem adalah media atau isi dalam tabung terpisah dengan gas buang, dan gas buang dinamakan dengan CO2 (carbon Dioxide). Demikian pula Tabung Pemadam Api yang menggunakan Stored Pressure System adalah tabung pemadam api dengan media atau isi menyatu dengan gas buang yang disebut N2 (gas kering).

Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Alat Pemadam Api Ringan adalah tabung pemadam api yang mudah dioperasikan bahkan oleh satu orang pengguna. karena bentuknya kecil serta beratnya dapat ditanggung oleh satu orang saja. Portable Unit ini memiliki kelebihan dan kekurangan, di mana tabung jenis ini dapat mematikan api pada awal terjadinya kebakaran. tetapi tidak direkomendasikan untuk kebakaran yang sudah membesar. Beberapa media yang digunakan di antaranya:

Dry Chemical Powder

CO2 (Carbon Dioxide)

Foam AFFF (Aqueoues Film Forming Foam)

Gas Pengganti Hallon 141b (Clean Agent)

Seperti yang sudah dikatakan diatas bahwa pemadam api portble adalah pemadam api modern yang cukup mudah dan instan untuk digunakan dalam penanggulangan bahaya kebakaran dan pencegah pada awal terjadinya kebakaran.

Sejak bulan Januari 2021, seluruh mobil barang dan mobil penumpang yang dijual di Indonesia mulai keluaran tahun 2021 wajib dilengkapi alat ini. Hal tersebut diterapkan sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP.972/AJ.502/DRJD/2020 tentang Fasilitas Tanggap Darurat Kendaraan Bermotor yang ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2020.[1]

alat pemadam api ini berguna digunakan untuk bahaya kebakaran berat

Alat Pemadam Api Berat (APAB)

Alat Pemadam Api Berat adalah tabung pemadam api skala besar dan bisa dioperasikan oleh dua orang atau lebih, dikarenakan bentuknya yang besar dan juga berat. Cocok digunakan dalam kebakaran jenis kecil dan sedang, layaknya seperti portable unit tabung jenis trolley juga memiliki berbagai bahan media atau isi sebagai bahan pemadam api, di antaranya:

Dry Chemical Powder

CO2 (Carbon Dioxide)

Foam AFFF (Aqueoues Film Forming Foam)

Gas Pengganti Hallon (Clean Agent)

alat pemadam api isi dalam tabung dry chemical powder

Dry Chemical Powder

Merupakan kombinasi dari fosfat Mono-amonium dan ammonium sulphate. Yang berfungsi mengganggu reaksi kimia yang terjadi pada zona pembakaran, sehingga api padam. Dry Chemical powder juga memiliki titik lebur yang rendah dan pada partikel yang sangat kering serta membengkak untuk membentuk penghalang yang hingga oksigen tidak dapat masuk sehingga dapat menutupi area kebakaran (api), akhirnya api tidak akan menyala dikarenakan pijakannya ditutupi oleh Dry Chemical powder.

Merupakan media pemadam api serbaguna, aman dan luas pemakaiannya karena dapat mematikan api kelas A, B, dan C.

Dapat menahan radiasi panas dengan kabut (serbuk) partikelnya.

Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif).

Kimia kering tidak beracun (Non Toxic).

Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.

Tabung Pemadam Api adalah salah satu produk yang menggunakan bahan dry chemical powder, karena memiliki tingkat kelas kebakaran A, B, dan C.

alat pemadam api ini digunakan untuk kebakaran kelistrikan

Carbon Dioxide (CO2)

CO2 adalah Senyawa/bahan kimia yang terbentuk dari 1 atom karbon + 2 atom oksigen, yang dapat dihasilkan baik dari kegiatan alamiah maupun kegiatan manusia.

Dapat digunakan memadamkan kebakaran kelas B dan C karena merupakan bahan gas, CO2 tidak merusak, dengan daya guna yang efektif dan bersih.

Sangat efisien serta efektif digunakan dalam ruangan seperti kantor, lab dan ruangan lainnya.

Carbon Dioxide (CO2) dapat menyerap panas dan sekaligus mendinginkan.

Konstruksi tabung dirancang khusus untuk menahan tekanan tinggi dan dilengkapi dengan selang yang panjang dengan nozzle yang berbentuk corong.

Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.

Foam AFFF (Aqueous Film Forming Foam)

Foam AFFF (Aqueous Film Forming Foam) adalah berbasis air dan sering mengandung surfaktan berbasis hidrokarbon seperti sulfat sodium alkyl, fluoro surfactant seperti: fluorotelomers, asam perfluorooctanoic (PFOA), asam perfluorooctanesulfonic (PFOS). Mereka memiliki kemampuan untuk menyebar di permukaan cairan berbasis hidrokarbon. Alcohol resistant aqueous film forming foams (AR AFFF) adalah busa / foam yang tahan terhadap reaksi dari alkohol, dapat membentuk lapisan/ segmen pelindung ketika dipakai atau di semprot.

Dapat digunakan untuk memadamkan api kelas A namun sangat cocok bila digunakan untuk kelas B.

Bersifat Kondukstif (Penghantar Listrik). Tidak dapat dipakai untuk memadamkan api kelas C.

Foam bersifat ringan, sangat efektif untuk memadamkan zat cair yang mudah terbakar dengan cara mengisolasi oksigen serta menutupi permukaan zat cair untuk menghindari api yang dapat menjalar (meluas) kembali.

Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.

alat pemadam api gas pengganti halon ini sangat bersih dan ramah lingkungan

Gas Pengganti Hallon Non CFC (HCFC-141B)

Gas Pengganti Hallon/ HCFC-141b adalah senyawa kimia yaitu hydrochlorofluorocarbon (HCFC). Merupakan senyawa dari 1,1-dichloro-1-fluoroethane dan Chemical Abstracts.

Merupakan pemadam api yang bersih dan tidak meninggalkan residu.

Sangat efektif untuk digunakan pada semua risiko kelas kebakaran A, B dan C.

Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif), sehingga tidak akan menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik dan alat perkantoran modern lainnya.

Tidak berbahaya terhadap tumbuhan, hewan terutama manusia.

Perbedaan baju pemadam tahan panas dan tahan api

Meski memiliki fungsi yang sama yakni untuk melindungi petugas pemadam dari kobaran api dan suhu panas saat bekerja, namun ada beberapa perbedaan  baju pemadam tahan panas dan tahan api. Berikut perbedaanya: 

Baju tahan panas memiliki sifat yang lebih lentur karena terbuat dari bahan catton. Sedangkan baju tahan api terbuat dari bahan aluminium foil. 

Baju tahan panas memiliki fungsi melindungi penggunanya dari suhu panas dari kebakaran. Sedangkan baju tahan api berfungsi untuk melindungi penggunanya dari kobaran api yang sedang menyala. 

Saat menggunakan baju tahan panas tidak perlu dilengkapi dengan penggunaan helm, sepatu boot dan sarung tangan. Hal ini karena baju tahan panas hanya digunakan untuk memadamkan kebakaran dalam skala kecil yang berada di luar ruangan. Sedangkan saat menggunakan baju tahan api harus dilengkapi dengan sejumlah perlengkapan pemadam yang lengkap, ini karena baju tahan api digunakan untuk memadamkan api dalam skala besar di dalam ruang tertutup. 

Apa Itu Baju Pemadam Tahan Api 

Baju tahan api merupakan jenis baju yang wajib digunakan oleh petugas pemadam kebakaran. Seperti namanya, baju pemadam kebakaran ini terbuat dari bahan yang tahan terhadap api hingga suhu 1500 derajat celcius. Adapun bahan yang digunakan untuk membuat baju ini adalah serat akrilik yang dipadukan dengan benang fiberglass dan aluminium. Penggunaan bahan aluminium ini telah lama digunakan pada industri yang berhubungan dengan radiasi panas. Maka dari itu sangat cocok digunakan untuk bahan pembuatan baju pemadam kebakaran tahan api. 

walaupun tahan terhadap api, namun jenis baju pemadam kebakaran ini tidak tahan terhadap ledakan atau bahaya lain yang mungkin saja terjadi saat  kebakaran. Maka dari itu saat menggunakan baju tahan api, petugas pemadaman diwajibkan menggunakan perlengkapan pemadam lainnya mulai dari helm, senter, sepatu boot, sarung tangan, kaca pelindung (faceseal) hingga  masker. 

Apa itu Baju Pemadam Tahan Panas

Sesuai dengan namanya, jenis baju pemadam kebakaran ini harus tahan terhadap panas dari suhu api saat digunakan. Baju pemadam tahan panas ini terbuat dari bahan katun sehingga lentur saat digunakan. Selain itu, baju ini mempunyai bobot yang ringan yakni hanya 4,8 kg sehingga memudahkan petugas bergerak saat proses pemadaman api. Baju kebakaran tahan api umumnya digunakan oleh petugas pemadam terjadi kebakaran kecil di ruang ruangan. 

Namun perlu diingat, baju pemadam tahan panas ini tidak tahan terhadap api. Maka dari itu sangat penting bagi penggunannya untuk tidak menggunakan pakaian berbahan sintetis di dalam baju tahan panas ini. Sebab pakaian dalam, seperti t-shirt atau barang-barang lainnya yang terbuat dari bahan sintetis akan mudah terbakar dan meleleh ke kulit hingga menyebabkan cedera serius. Oleh karena itu, sebaiknya pakai dalaman yang sesuai dan hindari menggunakan pakaian berbahan sintetis karena justru dapat membahayakan. 

Pentingnya Warna dalam Baju Pemadam Kebakaran

Warna baju pemadam kebakaran bukan saja masalah gaya; itu adalah elemen kritis dalam menjalankan tugas penyelamatan.

Artikel ini akan membahas pentingnya pemilihan warna dalam desain baju pemadam kebakaran, bagaimana warna pakaian bisa membantu identifikasi, menonjolkan keberadaan pengguna di lapangan, dan memberikan perlindungan tambahan.

  • Warna Tinggi Untuk Identifikasi Cepat

Warna pakaian cerah dan mencolok digunakan untuk mengidentifikasi petugas pemadam dengan cepat di tengah situasi darurat. Warna merah, oranye, serta kuning sering digunakan untuk memastikan visibilitas maksimal.

  • Warna Kontras Di Lingkungan Berbahaya

Warna kontras seperti strip reflektif ataupun warna terang pada latar belakang yang lebih gelap dapat membantu pemakai pakaian menonjolkan keberadaan mereka di lingkungan berbahaya, terutama saat keadaan penerangan rendah.

  • Perlindungan Dari Sinar Matahari: Warna Gelap Untuk Penyelamatan Di Luar Ruangan

Seragam pemadam kebakaran untuk tugas di luar ruangan sering menggunakan warna gelap, seperti biru atau hitam, untuk menyerap dan mengurangi pantulan sinar matahari, membantu menjaga kesejukan personil selama bertugas di bawah sinar matahari yang terik.

  • Identitas Tim Dan Peran: Penggunaan Warna Yang Spesifik

Warna seragam pemadam kebakaran juga digunakan untuk membedakan tim / menunjukkan peran tertentu di lapangan. Misalnya, warna pakaian tertentu dapat menandakan petugas pemadam senior atau tim khusus dengan fungsi tertentu.

  • Refleksi Cahaya: Strip Reflektif Dan Aksen Terang

Strip reflektif dan aksen terang sering ditempatkan di seragam pemadam kebakaran untuk meningkatkan refleksi cahaya, membuat pakaian dinas lapangan personel lebih mudah terlihat, terutama disaat kondisi minim cahaya, seperti malam hari maupun di area yang minim penerangan.

  • Kesejahteraan Mental User: Warna Yang Menenangkan

Beberapa desain seragam pemadam kebakaran juga mempertimbangkan psikologi warna pakaian dinas harian dengan memasukkan elemen warna yang menenangkan, membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan mental anggota di lapangan.

Call Now Button