Safety shoes atau sepatu safety adalah salah satu alat pelindung diri ( APD ) yang wajib digunakan oleh pekerja di bidang tertentu untuk kesehatan dan keamanan kerja ( K3 ). Semua safety shoes harus memenuhi standar nasional indonesia ( SNI ), dan lulus uji. Meskipun memiliki kemampuan yang berbeda – beda dengan material yang berbeda, namun setiap safety shoes harus tahan terhadap minyak dan antislip. Ada 6 jenis sepatu safety diantaranya yaitu toed shoes, insole shoes, metal insep footwear, metatarsal shoes , electrical hazard shoes, heat resistant shoes. Nah kali ini kami akan membahas perbedaan electrical hazard shoes dan heat resistant shoes.
a. Electrical Hazard Shoes sepatu ini memiliki perlindungan yang berupa material khusu. Material tersebut bersifat isolator atau tidak dapat menghantarkan arus listrik.
b. Heat Resistant Shoes jenis safety shoes ini juga terbuat dari material khusus yang tahan terhadap panas atau api. Materialnya harus bersifat isolator yang cukup tinggi dan bahkan tahan terhadap suhu hingga 300 celcius
Hydrant box adalah sebuah box yang dipakai untuk menyimpan peralatan yang dipakai untuk memadamkan kebakaran. tujuannya adalah agar proses pendistribusian air tidak terganggu dan aksesoris hydrant dapat mudah ditemukan.
- Fire hose atau selang pemadam api adalah selang yang digunakan dalam upaya memadamkan kebakaran yang terjadi.
- Nozzle pada ujung selang petugas pemadam, dipasang Nozzle yang berfungsi sebagai pengarah air bertekanan yang berasal dari instalasi jaringan pipa, maupun yang berasala dari tangki penampungan air di dalam mobil petugas pemadam kebakaran.
- Valve merupakan sebuah katup yang mengatur keluarnya media air.
- Hose Rack fungsi adalah untuk merapikan selang pemadam yang terdapat di dalam hydrant box.
Pompa punggung merupakan peralatan tangan ( hand tools ) yang digunakan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan terutama untuk memadamkan jenis api permukaan sampai tinggi 1-1,5 m, untuk melakukan pembersihan sisa – sisa api kebakaran / bara bara yang masih ada. Akan lebih efektif jika digunakan bersinergi dengan alat lainnya seperti kepyok. Pompa punggung ini dapat diisi dimanapun sebelum digunakan dan dibawa patroli. Kontruksi pompa punggung secara garis besar terdiri atas 3 bagian yaitu : pompa tangan, kantung air, dan selang pompa.
- Pompa tangan berfungsi untuk mempo air dari dalam kantung ke luar ( menyemprotkan air ke luar ). Pompa tangan dilengkapi dengan nozel.
- Kantung air berfungsi untuk menampung air sebelum disemprot ke luar. kantung air ini dilengkapi dengan lubang untuk memasukkan air dan penutup berlulir, selain itu juga dilengkapi tai gendong punggung, dan sambungan selang pompa.
- Selang pompa berfungsi untuk menyalurkan atau mengalirkan air dari kantung air ke pompa tangan
Dalam hal sistem Alarm kebakaran tentunya ada banyak komponen yang diperlukan seperti Detector, nah diantaranya yaitu Heat Detector dan Smoke Detector. Heat detector adalah alat pendeteksi panas yang bekerja apabila suhu dalam ruangan mengalami kenaikan mencapai suhu 500 – 600 C. Heat Detector Rate of Rise ( ROR ) bekerja ketika ada kenaikan suhu 120 – 150 C dari suhu semula. Smoke Detector adalah alat yang dibuat khusus untuk memindai seluruh ruangan dan sesuai namanya, Pendeteksi asap akan berbunyi nyaring ketika pertama ada tanda – tanda asap yang berasal dari dalam ruangan. Asap memiliki partikel – partikel yang kian lama semakin memenuhi ruangan smoke seiring dengan meningkatnya intensitas kebakaran. Alat ini lebih cepat mendeteksi dibanding detektor panas. Cara kerja heat detector ataupun Smoke detector pada prinsipnya sama, yaitu mendeteksi indikasi terjadinya kebakaran. Indikator kebakaran dari sistem fire alarm yang menggunakan heat detector adalah kenaikan suhu di atas batas normal. Sedangkan, smoke detector berdasarkan kondisi ruang dari perbedaan intensitas cahaya. Smoke detector lebih cocok digunakan untuk rumah tunggal.