Jangan Panik Jika Ada Kebakaran! Segera Lakukan Langkah Awal Berikut Ini

Kebakaran pemukiman maupun ruang usaha di tengah-tengah permukiman belakangan ini kerap dijumpai di Sleman. Sampai dengan 19 Agustus saja, setidaknya ada 68 kasus kebakaran yang terjadi. Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran bisa terjadi kapan, di mana, dan kepada siapa saja. Walaupun demikian, jangan terlalu panik jika ada kebakaran disekitar rumah Kamu. Lakukan beberapa tips berikut sebagai langkah yang tepat dalam menghadapi kebakaran!

  • Bergerak dengan posisi badan tetap rendah

Untuk meminimalisir kemungkinan dampak buruk yang bisa Kamu terima akibat kebakaran rumah yang terjadi, maka tetaplah bergerak dengan posisi badan rendah (merebahkan badan ke lantai). Misalnya jika kobaran api semakin besar dan membuat asap semakin pekat menjulang ke atas, bergerak dengan posisi badan tetap rendah berarti Kamu merangkak dibawah sebagian besar asap itu berada. Lapisan bawah asap adalah lokasi dimana Kamu bisa mendapatkan oksigen yang penting untuk bertahan hidup.

Dalam banyak kasus kebakaran, asap dan udara beracun yang disebabkan oleh api lebih banyak menyakiti korban kebakaran dibandingkan dengan api kebakaran itu sendiri. Bergerak dengan posisi badan tetap rendah bisa mengurangi potensi Kamu menghirup asap dan udara beracun tersebut.

Jika Kamu kebetulan membawa sapu tangan, basahi sapu tangan tersebut dengan air lalu tutupi hidung Kamu dengan sapu tangan tersebut. Jika tidak memiliki sapu tangan, segera lepas baju Kamu dan lindungi wajah Kamu (tepat di bawah mata). Setelah itu, bergerak dengan posisi badan rendah sampai ke pintu keluar.

  • Lakukan evakuasi secepat mungkin

Segera setelah Kamu menyadari bahwa ada api yang menyebar di rumah atau gedung tempat Kamu berada, bergeraklah dengan cepat menuju pintu keluar. Prioritaskan terlebih dahulu keselamatan nyawa Kamu, bukan benda dan barang berharga yang Kamu miliki. Menunda untuk meninggalkan ruangan tempat kejadian hanya akan menurunkan peluang hidup Kamu.

Jika Kamu berada di lantai atas pada bangunan gedung saat kebakaran terjadi, jangan gunakan lift saat menyelamatkan diri. Cari petunjuk emergency exit, ikuti arahnya, dan gunakan tangga hingga ke bawah.

  • Jangan kembali ke dalam

Banyak hal yang mungkin terjadi saat kebakaran, salah satunya adalah anggota keluarga atau teman yang terjebak di dalam rumah atau gedung tempat kejadian. Hal ini akan sangat membuat Kamu panik dan khawatir, namun sangat disarankan agar Kamu tetap berada jauh dari lokasi kebakaran setelah berhasil menyelamatkan diri.

Jika Kamu terlalu memaksakan diri dan bertindak secara gegabah, keselamatan nyawa Kamu yang akan menjadi taruhannya. Ketimbang mengambil risiko, akan jauh lebih baik jika Kamu menunggu hingga petugas pemadam kebakaran tiba. Berikan detail informasi mengenai lokasi dimana Kamu terakhir melihat anggota keluarga atau teman Kamu segera setelah petugas pemadam kebakaran tiba.

  • Segera panggil pemadam kebakaran

Setelah Kamu berhasil menyelamatkan diri, segera hubungi 113. Tidak usah khawatir harus membayar mahal, panggilan ke pemadam kebakaran sama sekali tidak dipungut biaya. Semakin cepat petugas pemadam kebakaran sampai di lokasi kebakaran, maka semakin besar peluang api cepat dipadamkan dan meminimalisir jumlah korban yang mungkin ada.

CARA MENGHADAPI KEBAKARAN DI RUMAH

Musibah kebakaran bisa terjadi kapan saja dan dimana saja tanpa bisa kita prediksi. Selain dengan cara mencegah terjadinya kebakaran, apa yang bisa dilakukan jika terjadi kebakaran di rumah? Berikut adalah tips menghadapi kebakaran yang terjadi di rumah:

  • Tetap tenang saat menghadapi kebakaran, sikap panik akan memperburuk keadaan karena kita akan cenderung bertindak gegabah.
  • Segera beritahukan orang lain yang berada di dekat dengan api, bunyikan tanda alarm atau berteriak. Pastikan semua orang yang berada di dalam rumah mendengar.
  • Segera bawa semua orang dengan cara dievakuasi, jangan mendahulukan atau menyelamatkan barang, nyawa adalah prioritas utama.
  • Jika kebakaran kecil dan masih bisa diatasi sendiri, segera padamkan dengan alat pemadam kebakaran yang ada seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan), jika tidak ada, bisa digantikan oleh air, pasir atau tanah, atau karung goni yang telah dibasahi.
  • Jika kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, segera matikan listrik di rumah.
  • Tutup ruangan lokasi kebakaran agar tidak menjalar ke ruang lain tetapi jangan dikunci, untuk memudahkan anggota pemadam kebakaran jika akan memadamkan api.
  • Hindari menghirup asap yang tebal, misalnya dengan cara merangkak dan bernafas dengan mendekatkan muka ke lantai, gunakan kain basah sebagai penutup hidung, hal ini akan membantu Anda untuk bernafas.
  • Jika Anda melalui pintu yang tertutup, periksalah suhu daun pintu dengan menempelkan belakang telapak tangan Anda. Kemudian periksa gagang pintu. Jika terasa panas pindah melalui jalur lain.
  • Jangan kembali ke rumah sebelum ada tanda aman dari pihak pemadam kebakaran.

Waspada, Ini 7 Cara Mencegah Kebakaran di Rumah

Bahaya kebakaran mengintai di mana saja, termasuk di rumah. Kelalaian penghuni menjadi salah satu penyebab umumnya. Entah lupa mematikan lampu yang berujung konslet atau meninggalkan rumah dalam keadaan kompor masih menyala.
Sebenarnya, kamu bisa mencegah kebakaran rumah dengan melakukan beberapa langkah sederhana.

Berikut ini beberapa langkah mencegah kebakaran di rumah:
1. Mematikan alat elektronik 

Tips mencegah kebakaran yang pertama adalah mematikan alat elektronik saat bepergian. Penggunaan listrik berlebihan yang menyebabkan arus pendek listrik dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, jangan lupa mencabut semua peralatan elektronik yang tidak digunakan.


2. Jangan tinggalkan kompor dalam keadaan menyala

Tips mencegah kebakaran selanjutnya adalah tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. Jadi, pastikan tetap berada di dapur selama proses memasak berlangsung. Tujuannya untuk mengetahui potensi kebocoran tabung gas yang menjadi pemicu kebakaran.


3. Awasi penggunaan lilin

Lilin menjadi salah satu alat penerang saat mati lampu. Penempatannya harus kamu perhatikan, jangan sampai letakkan di dekat sofa atau barang-barang yang mudah terbakar. Agar lebih aman dalam menggunakan lilin, tempatkan dalam gelas dan awasi penggunaannya.

4. Jauhkan benda yang mudah terbakar

Tips mencegah kebakaran selanjutnya adalah menjauhkan benda-benda yang mudah terbakar, seperti plastik, kertas, dan kain. Jangan menyimpan benda-benda tersebut di dekat kompor atau lilin karena api dengan cepat menyambar dan menyebabkan kebakaran di dalam rumah.

Selain pencegahan terjadinya kebakaran di rumah, kamu dan keluarga harus memahami “4 Langkah Pertolongan Pertama saat Terjadi Kebakaran“. Sebab, bencana bisa terjadi kapan saja, sehingga lebih baik pahami langkah-langkah yang tepat untuk menghadapinya.


5. Jangan merokok di dalam rumah

Selain menyebabkan masalah paru-paru, merokok bisa menjadi pemicu kebakaran. Jika puntung dibuang dalam keadaan masih menyala dan tertiup angin, hal tersebut dapat memicu kobaran api. Apalagi jika puntung yang masih menyala menempel pada sofa dan benda lain yang mudah terbakar.

6. Memeriksa kabel listrik rumah

Memeriksa kabel listrik secara berkala jadi tips mencegah kebakaran lainnya. Meski terlihat baik-baik saja, kamu tetap melakukan proses pengecekan.

Pasalnya, bisa saja kabel yang tersembunyi rusak akibat gigitan tikus. Jika tak segera melakukan penanganan, kabel tersebut akan menjadi penyebab listrik konslet, yang dapat berujung pada kebakaran.


7. Jangan membakar sampah di sekitar rumah

Terakhir, kamu sebaiknya tidak membakar sampah di sekitar rumah. Sama halnya dengan puntung rokok yang masih menyala, terbangnya sampah yang terbakar bisa menjadi salah satu pemicu kebakaran. Alih-alih dibakar, dedaunan kering yang berjatuhan dari pohon bisa kamu jadikan sebagai pupuk kompos.

Itulah tips mencegah kebakaran di rumah. Satu hal lagi yang perlu kamu ketahui adalah sebaiknya hindari menggulung kabel. Hal tersebut untuk menjaga kualitas kabel tetap terjaga dengan baik dan menghindari korsleting. Ingat, kelalaian adalah penyebab utama kasus kebakaran yang terjadi. 

Prosedur Pencegahan Dan Penanggulangan Saat Terjadinya Kebakaran

Berikut ini beberapa langkah yang dapat kita lakukan di rumah atau tempat usaha untuk mencegah terjadinya kebakaran:
• Tidak menyalakan lilin tanpa pengawasan atau meletakkan lilin di dekat bahan yang mudah terbakar seperti buku, tirai, selimut, dsb
• Selalu mengecek apakah kompor gas telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah
• Mengecek kondisi kabel listrik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan karena kulit kabel terkelupas. Pasang pelindung kabel jika di rumah ada hewan peliharaan agar tidak digigit
• Jangan meletakkan kabel di bawah karpet karena materialnya mudah terbakar
• Hindari memasang terlalu banyak perangkat elektronik di dalam satu kabel extension

Berikut ini akan dijelaskan cara menanggulangi kebakaran secara tepat yang perlu Anda ketahui.
1. Berusahalah untuk tetap tenang (jangan panik) ketika tiba-tiba terjadi kebakaran di sekitar Anda.
2. Apabila kebakaran tersebut masih bisa diatasi dengan menggunakan APAR sebaiknya segera gunakan alat tersebut atau bisa juga dengan menggunakan karung goni yang telah dibasahi menggunakan air. Kebakaran skala kecil biasanya bisa diatas dengan menggunakan alat tersebut tetapi pastikan Anda melakukannya dengan segera agar kebakaran tidak semakin menjalar.
3. Apabila ternyata kebakaran tersebut disebabkan oleh adanya konsleting listrik sebaiknya segara matikan saklar utama listrik di rumah Anda.
4. Segera tutup ruangan yang sedang mengalami kebakaran agar tidak menjalar ke ruangan lainnya. Sebaiknya jangan kunci ruangan yang terbakar tersebut agar petugas lebih mudah dalam memadamkan api.
5. Jika kebakaran yang terjadi merupakan kebakaran berskala besar sebaiknya segera selamatkan diri Anda dan keluarga dan langsung berusaha keluar rumah. Hindari kesibukan menyelamatkan barang-barang berharga di dalam rumah karena hal tersebut justru sangat membahayakan nyawa Anda.
6. Pada saat terjadi kebakaran upayakan agar Anda tidak menghirup asap tebal yang muncul dari kebakaran tersebut. Anda bisa berjalan merangkak serta bernafas dengan menundukkan kepala ke lantai. Selaun itu gunakan kain yang basah untuk menutupi hidung Anda sehingga Anda akan lebih mudah ketika bernafas.
7. Menanggulangi kebakaran berikutnya yaitu dengan mencari jalan melalui pintu tetapi dengan menempelkan belakang telapak tangan pada pintu untuk mngetahui suhunya. Selain itu peganglah handle pintu jika sudah terasa panas sebaiknya Anda cari jalur keluar lainnya yang aman dari kobaran api.
8. Lakukan latihan evakuasi kebakaran sebagai bentuk cara menaggulangi kebakaran serta upaya untuk menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.
9. Segera hubungi petugas pemadam kebakaran dengan menelepon pada nomor 112 apabila api memang sudah mulai sulit untuk dikendalikan.

Cara (Metode) Memadamkan Api / Kebakaran

Untuk dapat memadamkan api (kebakaran) terdapat beberapa metode/cara berdasarkan teori terbentuknya api (segitiga api) yaitu diantaranya ialah dengan metode pendinginan, isolasi, dilusi, pemisahan bahan mudah terbakar dan pemutusan rantai reaksi api

  • Pendinginan

Menghilangkan unsur panas.

Menggunakan media bahan dasar air.

  • Isolasi

Menutup permukaan benda yang terbakar untuk menghalangi unsur O2 menyalakan api.

Menggunakan media serbuk ataupun busa.

  • Dilusi

Meniupkan gas inert untuk menghalangi unsur O2 menyalakan api.

Menggunakan media gas CO2.

  • Pemisahan Bahan Mudah Terbakar

Memisahkan bahan mudah terbakar dari unsur api.

Memindahkan bahan-bahan mudah terbakar jauh dari jangkauan api.

  • Pemutusan Rantai Reaksi

Memutus rantai reaksi api dengan menggunakan bahan tertentu untuk mengikat radikal bebas pemicu rantai reaksi api.

Menggunakan bahan dasar Halon (Penggunaan Halon sekarang dilarang karena menimbulkan efek rumah kaca).

Call Now Button