Artikel

System Sensir Strobo Fire Alarm Adalah

Fire strobe siren adalah perangkat peringatan kebakaran yang digunakan untuk memberi tahu orang-orang tentang adanya bahaya kebakaran di area tertentu. Perangkat ini menggabungkan dua elemen utama, yaitu siren suara yang berisik dan lampu sorot berkedip (strobe light), yang bekerja bersama-sama untuk menarik perhatian dan memberi tahu individu tentang keadaan darurat kebakaran. Spesifikasi strobo ini dapat ditinjau dari 2 sisi, yaitu aspek arsitek/teknik dan fisik/listrik.

  • Aspek arsitek/teknik

Secara umum, sistem sensor strobe dan horn-strobe dapat dipasang pada back box dengan ukuran 2 x 4 inch, 4 x 4 inch, geng tunggal, geng ganda, 105 x 105 mm, 86 x 86 mm, 60 x 60 mm , dan diameter 65 mm. Alat ini beroperasi pada tegangan 24 volt dengan temperatur antara 32 – 120 F dari DC yang diatur atau power supply dengan gelombang penuh tanpa filter. Strobe yang digunakan merupakan tipe ST atau ST-R yang tersertifikasi dalam UL 1638 dan telah diterima sebagai servis perlindungan kebakaran. Terdiri dari tabung xenon dan lensa yang terhubung/sistem pemantulan. Untuk jenis horn-strobe juga tersertifikasi dalam UL 1638 dan UL 464 yang semestinya dapat berfungsi sebagai alat pemberitahuan sinyal primer dan sesuai dengan standar Amerika dan persyaratan disabilitas untuk peralatan dengan sinyal yang berkedip di 1 Hz. Horn harus memiliki dua pilihan kemampuan bunyi dan pilihan untuk mengatur temponya, apakah berkelanjutan atau putus-putus. Untuk horn yang kecil, back box digunakan dengan plat pengaturan dan bunyi yang berkelanjutan.

  • Aspek fisik/ listrik

Aspek ini meninjau alat secara fisikal dan elektrikal. Temperatur standar yang diizinkan untuk alat ini beroperasi yaitu, 32-120 dalam Fahrenheit atau 0-49 dalam celcius, pada tegangan 24 volt, 10-93% kelembaban, dengan 1 flash cahaya setiap detiknya, serta dimensi strobe dan horn strobe sebesar 131 x 127 x 33 mm.

Komponen-Komponen Fire Alarm

Fire alarm dapat bekerja dengan efektif karena ada beberapa rangkaian komponen didalamnnya, komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut : 

Input Detector, adalah komponen yang akan mendeteksi terjadinya kebakaran secara otomatis. Input detector ini dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu flame detector, gas detector, smoke detector, dan heat detector.

Manual Call Point, adalah komponen yang akan mendeteksi terjadinya kebakaran dengan manual. Dibagi menjadi 3 jenis, yaitu break glass, push station, dan pull station.

Initiating Devices, adalah komponen yang akan mengenali secara dini gejala kebakaran. Initiating Devices memiliki 2 tipe, yaitu tipe konvensional dan tipe intelligent.

Notification Appliances Devices, adalah komponen yang akan ada meneruskan sinyal initiating devices menjadi bentuk peringatan bahwa ada sebuah kebakaran. Peringatan tersebut berbentuk seperti lampu tanda bahaya atau bunyi bell.

Master Control Fire Alarm, adalah komponen yang menghubungkan Initiating Devices dengan Notification Appliances Devices.

Jenis Fire Alarm

Pemilihan jenis fire alarm untuk Anda tentunya berdasarkan dengan area penempatan fire alarm tersebut. Secara umum, terdapat 3 jenis fire alarm yang perlu diketahui. Sebagai berikut : 

Fire Alarm Konvensional, adalah jenis fire alarm yang digunakan pada gedung-gedung yang relatif kecil karena memiliki harga yang murah.

Fire Alarm Addressable, adalah jenis fire alarm yang digunakan pada gedung-gedung besar dan memiliki harga yang mahal. Setiap devicenya memiliki idnya sendiri dan juga alarm pada setiap titik.

Fire Alarm Semi Addressable, adalah jenis fire alarm yang mirip dengan fire alarm addressable tetapi memiliki input detector yang konvensional.

Fungsi-Fungsi Dari Fire Alarm

Semakin berkembangnya teknologi maka juga semakin berkembang pemikiran orang-orang akan kepentingan pemasangan alat-alat seperti fire alarm untuk melakukan evakuasi pada bangunan-bangunan bertingkat yang memiliki kendala keselamatan dan keamanan.

Semua bangunan yang ada selalu memiliki kesempatan atau risiko terjadinya kebakaran, hanya diperlukan suatu kelalaian supaya hal itu dapat terjadi. Dengan itu, berikut merupakan fungsi-fungsi dari fire alarm : 

  • Mengaktifkan fungsi keamanan

Umumnya, fire alarm tidak bekerja sendiri atau dengan kata lain ia dihubungkan dengan sistem keamanan lainnya. Contohnya, fire alarm biasanya dihubungkan ke alat sprinkler yang akan mengeluarkan air supaya kalau ada api dapat ternetralisir.

Atau biasanya fungsi kontrol yang dilakukan oleh fire alarm seperti mematikan listrik, air, pemanas ruangan, dan lainnya untuk mencegah kontaminasi asap ke area-area lainnya yang tidak terdampak.

  • Sebagai Peringatan Pada Pemadam Kebakaran

Anda juga dapat menemukan jenis fire alarm yang canggih karena mempunyai fitur komunikasi, ia dapat menghubungi langsung pihak pemadam kebakaran tanpa perlu adanya perantara yang hanya menghabiskan waktu.

Apabila Anda menghubungkan fire alarm dengan sistem pemadam kebakaran, maka saat fire alarm nyala akan ada sinyal atau notifikasi pada area pemadam kebakaran terdekat dari lokasi terjadinya kebakaran.

  • Sebagai Peringatan Bahaya Kebakaran

Tentunya fire alarm memiliki fungsi utama mendeteksi api, tetapi selain itu ia juga dapat memberikan peringatan bahwa ada kebakaran melewati suara sirine dan sinar yang akan menyebar pada setiap ruangan.

Sirine tersebut akan menjadi indikator bahwa terjadinya suatu kebakaran dan dari situ, orang-orang yang berada di area dapat mengevakuasi diri sebelum api semakin membesar.

Apa Yang Dimaksud Dengan Fire Alarm?

Fire alarm adalah sistem keamanan yang dibangun dengan tujuan untuk deteksinya gejala-gejala kebakaran pada sebuah bangunan.Keberadaan alarm system ini sama pentingnya dengan sistem keamanan lainnya. Anda akan sering menemukan sistem ini pada gedung-gedung bertingkat.

Seringnya ditemukan fire alarm di gedung bertingkat itu karena hal itu akan memudahkan tim-tim evakuasi untuk cepat mengetahui area atau lantai mana yang kebakaran dengan spesifik dan akurat. Sehingga, mencegah adanya korban dan juga proses pemadaman dapat dilakukan dengan cepat.

Umumnya, fire alarm dapat diaktifkan dengan dua cara, pada cara pertama itu diaktifkan dengan secara otomatis (Detector) atau dapat diaktifkan secara manual (Manual Call Point).

Call Now Button