Bagaimana Cara Merawat Selang Pemadam yang Benar?

Selang pemadam kebakaran atau biasa disebut fire hose adalah komponen output vital yang berfungsi menyalurkan air dari sumber ke pusat kebakaran. Selang pemadam membutuhkan perawatan dan pemeliharaan khusus agar tetap awet dan dapat digunakan setiap waktu saat dibutuhkan. Pemakaian dan perawatan selang pemadam harus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan, supaya usia selang dapat lama dan tetap berfungsi normal saat digunakan.  Kondisi selang pemadam yang normal adalah tidak ada kebocoran, selang dapat mengalirkan air dengan baik, tidak lengket dan kaku saat digunakan.

Lalu bagaimana kita-kiat merawat selang pemadam atau fire hose yang benar?

  • Perhatikan Peletakannya

Apakah selang pemadam sudah diletakkan pada tempatnya? Selang pemadam diletakkan pada hydrant box sesuai prosedur atau justru diletakkan di sembaang tempat seperti di Gudang atau di lantai begitu saja? Cara merawat fire hose yang benar adalah meletakkan pada hydrant box sesuai prosedur, fungsinya adalah agar selang tidak rusak dan mudah ditemukan saat keadaan darurat.

  • Simpan dan Lakukan Cek Secara Berkala

Selain disimpan di tempat yang benar (hydrant box), pastikan selang pemadam sudah dirapikan pada hose rack agar ketika hendak digunakan mudah ditarik. Saat penyimpanan, pastikan untuk selalu melakukan pengecekan selang pemadam secara berkala apakah fire hose masih dalam keadaan bagus. Sesekali Anda juga dapat melakukan simulasi untuk mengecek kondisi selang pemadam, apakah masih lentur dan tidak kaku. Pastikan selang tidak mengalami gesekan dengan tanah atau aspal, karena akan memperbesar potensi kebocoran selang tersebut.

  • Keringkan Setelah Digunakan

Perawatan selang pemadam bukan hanya saat akan digunakan, tetapi saat selesai digunakan juga. Setelah digunakan, tentunya selang pemadam akan basah pada bagian dalam maupun luar. Oleh sebab itu, Anda harus segera mengeringkan selang pemadam agar tidak lengket dan berjamur. Ketika selang lengket atau berjamur, itu akan menyumbat air di dalam selang dan berakibat tidak dapat menyalurkan air.

Bagaimana Cara Menggunakan Fire Hose Rubber?

Untuk menggunakan selang pemadam, Anda perlu mengetahui langkah menggunakan hydrant. Posisi pemegang nozzle sangat menentukan proses pemadaman. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Berdiri dengan posisi kuda-kuda
  • Saat membuka tutup pancaran air, arahkan ke atas
  • Perlu diingat bahwa air yang keluar dari hydrant itu memiliki tekanan. Saat jet memancarkan air, posisi pemegang nozzle harus berhenti (diam di tempat)
  • Kalaupun harus bergerak, pastikan Anda bergeser masih dengan posisi kuda-kuda
  • Pusatkan pandangan ke sumber api dan perhatikan kerja sama tim
  • Saat memegang nozzle, Anda harus menggunakan prinsip ergonomis dan sesuai dengan cara pemadaman yang Anda inginkan.

Sejarah Penggunaan Bahan Karet untuk Selang Pemadam Kebakaran

Rubber atau karet merupakan material serba guna yang digunakan di berbagai aplikasi domestik dan industri. Dari karet alam yang diambil dari pohon karet sampai karet sintetis bisa dibuat. Daya tahannya yang tinggi membuat material ini dijadikan salah satu bahan dalam pembuatan selang pemadam.

Sejarah penggunaan selang karet untuk memadamkan api cukup panjang. Pada tahun 1890-an, selang pemadam dari benang linen dengan tenunan melingkar mulai menggantikan selang kulit namun tak lama kemudian mulai digantikan oleh selang karet yang dipandang lebih tahan. Dengan metode produksi yang lebih baik, saat ini selang karet atau red rubber hose digunakan secara luas oleh petugas pemadam kebakaran baik di dalam maupun di luar negeri.

Seperti halnya jenis selang pemadam yang lain, red rubber hose juga digunakan untuk mendistribusikan air bertekanan dari hydrant pillar menuju sumber api. Dengan kemampuan menahan tekanan air antara 18 sampai 20 bar, selang berbahan karet ini cukup tangguh.

Tidak hanya itu, kalau selang yang Anda gunakan kurang panjang, Anda bisa menyambung satu roll selang dengan roll lainnya menggunakan berbagai jenis hose coupling. Ada beberapa jenis coupling yang bisa Anda temukan di pasaran seperti machino coupling, instantaneous coupling dan starz coupling. Jenis coupling ini tergantung pada merek selang yang Anda pilih.

Selang Pemadam Kebakaran Jenis dan spesifikasinya

Berikut ini adalah variasi dan macam – macam selang hydrant didasarkan pad aukuran panjang selang hydrant, antara lain:

Selang Kanvas

Selang jenis ini terbuat dari kanvas yang berkualitas tinggi. Sehingga, bahan ini menjadi lebih tahan terhadap cuaca yang ekstrim, kerusakan, dan kebocoran ketika digunakan. Pada umumnya, selang ini tahan terhadap air selama tekanannya masih 13 bar. Jadi, bisa dibilang bahwa selang ini cocok sekali untuk  semua kondisi cuaca yang tidak tentu, misalnya saja seperti di Indonesia. Untuk ukuran panjang selang hydrant adalah sebesar 20 sampai dengan 30 meter, dengan ukuran 1.5 inch, 2.5 inch, dan 3 inch.

Selang Polyester

Selang ini sering dipakai oleh pihak petugas pemadam kebakaran yang ada di Indonesia. Bahan utamanya adalah menggunakan polyester staple dan juga polyester filaments. Sehingga, selang ini lebih tahan lama digunakan dan sangat handal untuk memadamkan api. Jadi, ketahanan selang ini sama seperti selang kanvas, yaitu mencapai 13 bar. Selanjutnya untuk kebutuhan yang lebih lanjut, Anda bisa menambahkan  coupling, misalnya saja seperti instantaneous, machine, dan storz coupling untuk memadamkan api kebakaran.

Selang berbentuk Red Rubber

Selang ini mempunyai ciri khas yang unik dari yang lain. Karnea warnanya yang merah cerah, sehingga membuatnya berbeda dari yang lainnya. Yang mana umumnya warnanya adalah putih. Material yang dipakai untuk membuat selang pemadam kebakaran ini berasal dari karet yang berkualitas tinggi. Sehingga, alat ini cocok sekali dipakai untuk perusahaan. Sedangkan untuk ukuran umum panjang selang hydrant adalah sebesar 1.5 sampai dengan 5 inch. Sedangkan untuk panjangnya adalah sebesar 20 meter sampai dengan 30 meter.

Selang Pemadam Kebakaran ukuran dan penempatannya

Untuk ukuran panjang selang hydrant berdasarkan pada jangkauan proteksinya ini terbagi menjadi 2 bagian, antara lain:

Untuk ukuran panjang selang hydrant sebesar 1.5 meter, biasanya digunakan untuk memadamkan api di dalam ruangan.

Sementara untuk ukuran panjang selang hydrant sebesar 2.5 meter ini, biasanya dipaai untuk memadamkan api di luar ruangan atau out door. Hal ini karena, pada selang yang lebih panjang ini biasanya mampu mengalirkan air dengan tekanan yang baik, entah itu lewat jaringan instalasi hydrant ataupun lewat mobil pemadam kebakaran.

Mungkin karena berdasarkan pada penemparan proteksinya inilah yang membuat desain dari selang pemadam kebakaran tersebut menjadi dibuat lebih bervariasi dan berbeda – beda. Sehingga, selangnya tersebut menjadi tidak mudah rusak ketika digunakan untuk memadamkan kebakaran. Yang pasti, dengan penggunaan selang ini, maka proses untuk memadamkan api menjadi semakin lebih cepat. Hal ini dikarenakan posisi selangnya tersebut dapat ditarik dan digulung mendekati lokasi kejadian kebakaran.

Call Now Button