Bagaimana Cara Menggunakan Body Harness dengan Aman?

Body harness adalah perangkat keselamatan yang penting untuk melindungi tubuh Anda dari cedera akibat jatuh atau terjatuh. Namun, agar body harness berfungsi secara optimal, penting bagi Anda untuk memahami cara menggunakan dengan benar. Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan body harness dengan aman:

  • Pastikan Anda memilih body harness yang sesuai dengan ukuran tubuh Anda. Periksa label atau manual penggunaan untuk memastikan body harness dirancang untuk berat dan tinggi Anda.
  • Periksa body harness sebelum setiap penggunaan untuk memastikan tidak ada kerusakan atau goresan pada bagian pengikat atau tali. Jangan mengunakan body harness jika terlihat rusak atau aus.
  • Pastikan body harness diikat dengan benar. Pastikan pengikat diletakkan dengan benar dan diperiksa kembali untuk memastikan kencang sebelum digunakan.
  • Pastikan body harness diatur dengan benar. Pastikan tali pengikat diatur dengan benar dan kencang, namun tidak terlalu ketat sehingga mengganggu pernapasan atau pergerakan Anda.
  • Pastikan body harness diikat ke tekanan tahan. Pastikan body harness diikat ke tekanan yang dapat menahan berat badan Anda dalam keadaan jatuh.
  • Ikuti instruksi pemasangan yang diberikan oleh produsen body harness. Pastikan Anda memahami cara menggunakan body harness dengan benar dan mengetahui batasan berat dan penggunaannya.
  • Jangan mengubah atau memodifikasi body harness. Body harness dirancang dan diuji sesuai standar keselamatan sehingga memodifikasinya dapat mengurangi efektivitas dan keamanannya.
  • Pelajari dan patuhi semua aturan keselamatan dan keamanan di tempat kerja atau aktivitas lainnya. Pastikan Anda memahami dan mengikuti instruksi penggunaan body harness secara tepat dan tidak mengambil risiko yang tidak perlu.

Jenis Full Body Harness

fixed body harness: Untuk jenis fixed body harness tidak dapat menyesuaikan panjang belt berdasarkan jarak dari orang yang menggunakan dan titik mencantolkan alat berat.

retractable body harness: Sedangkan jenis kedua cara bekerjanya sama seperti safety belt pada mobil. Body harness dapat menyesuaikan dengan posisi pemakainya, namun saat ada suatu kejutan body harness tersebut akan terkunci dan menahan pemakainya dari resiko terjatuh.

Full body harness harus diperiksa secara visual sebelum digunakan, termasuk juga alat pelindung jatuh lainnya. Jangan pernah menggunakan full body harness jika ada kerusakan secara visual, tidak layak digunakan sesuai catatan inspeksi terakhir, atau dinyatakan tidak layak orang seseorang yang kompeten.

Sebelum bekerja di ketinggian, pastikan terlebih dahulu full body harness yang digunakan sesuai beban tubuh kamu dan hindari menggunakan full body harness melebihi kapasitas bebean maksimumaman yang diterapkan.yakni 310 lbs (141 Kg).

Untuk meminimalkan kecelakaan terjatuh dari ketinggian, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan pekerja sebelum menggunakan full body harness, di antaranya :

Pastikan full body harness yang anda gunakan sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku

Lakukan pemeriksaan kelengkapan komponen pada full body harness. Pastikan full body harness yang akan digunakan memiliki komponen yang lengkap, antara lain D – Ring, webbing/tali, chest starp, leg strap, dan buckle.

Lakukan pemeriksaan secara visua pada webbing/tali full body harness. Pastikan tidak ada kerusakan atau tanda – tanda seperti koyak, berserabut, berjamur, atau kerusakan pada jahitan.

Pastikan webbing / tali pada full body harness tidak ada yang terpelintir

Ketahui batas beban maksimum aman full body harness. Pastikan full body harness tidak pernah digunakan untuk menahan beban di atas beban maksimum yang ditetapkan

Pastikan full body harness yang digunakan pekerja sudah dinyatakan layak dan aman oleh pihak yang kompeten melalui pemeriksaan rutin yang dilakukan.

Manfaat Full Body Harness Sebagai K3 Ketinggian 

Manfaat full body harness sebagai K3 ketinggian dapat ditemukan sebagai berikut.

  • Fall Protection

Tujuan dari mengenakkan full body harness adalah untuk mencegah terjatuh dari ketinggian. Dengan bantuan titik angkur yang tepat, full body harness dapat mencegah pekerja dari peristiwa jatuh mengayun (swing fall) dan terbentur gedung sehingga menimalisirkan cedera.

  • Meningkatkan Stabilitas

Selain meminimalisir cedera, full body harness dapat meningkatkan performa pekerja; Body harness adalah perlindungan yang tepat sebagai APD K3 ketinggian. 

  • Dapat Bekerja Dengan Efektif

Biasanya harness memiliki berbagai titik pengikatan untuk alat atau perangkat keamanan lainnya, memperbolehkan pekerja untuk bekerja lebih bebas tanpa harus memikirkan terjatuh. 

  • Distribusi Gaya Benturan 

Tali body harness yang digunakan pada bahu, dada, pinggang telah dirancang untuk mendistribusikan gaya benturan ketika badan terjatuh. Apabila tidak digunakan secara benar, gayanya bisa teralihkan kepada bagian tubuh lain menyebabkan distribusi gaya yang tidak rata dan menyebabkan cedera parah. 

Terstandar Dengan Perautran Keamanan 

Pada tahun 2016 PERMENAKER (Peraturan Menteri Kerja dan Transmigrasi) no. 9 telah memberikan regulasi terhadap bekerja diketinggian. Salah satunya adalah untuk memiliki APD ketinggian untuk mencegah cedera/kematian dan kerugian finansial pekerja.  

Bagaimana Cara Memilih Full Body Harness yang Tepat?

1. Jenis Harness

Meski tampak sama, tapi harness juga dibuat sesuai jenis dan fungsinya. Setidaknya ada 6 jenis. Kelas A adalah untuk penahan jatuh dengan dorsal ring. Class D untuk turun sistem turun terkendali, Class L untuk pendakian tangga, class W dengan D ring di panggul, dan class E untuk akses ruang terbatas dengan tali bahu D ring.

2. Konstruksi

Cek kualitas material sebelum membeli. Apa saja yang jadi pertimbangan? Pertimbangkan bahan tali, webbing, pengait, tali, dan lanyard. Pastikan semuanya sudah sesuai standar dan memiliki lisensi. Sehingga bisa dipertanggungjawabkan.

3. Ukuran

Ukuran harness tidak hanya soal cukup atau tidak, tapi juga mengenai kapasitas berat yang bisa ditumpu. Biasanya, harness didesain untuk pengguna dengan berat kurang dari 100 kg. Jadi bagi orang dengan berat badan lebih bisa berkonsultasi terlebih dahulu. Begitu juga dengan umur. Biasanya, ada harness khusus untuk anak.

4. Fungsi Safety Harness

Anda bisa pilih full body harness sesuai fungsi kegiatan. Seperti untuk pekerja listrik, untuk pekerjaan panas, untuk ruangan kotor, rekreasi, kebutuhan FBH offshore, petrokimia, hingga untuk stabilitas. Karena beberapa harness dibuat dengan bahan khusus untuk menunjang kebutuhan aktivitas, seperti harness dengan reflektor atau anti panas.

Komponen – Komponen Full Body Harness

1. Tali Bahu (Shoulder Straps)

Tali bahu/ shoulder straps/ shoulder yoke ini letaknya ada di area bahu. Bentuknya menyerupai tali bahu tas ransel, yang mana dilengkapi dengan bahan yang lebih empuk dan ergonomis. Fungsinya untuk memastikan harness tidak melorot dan terpasang dengan sempurna.

2. Tali Pinggang (Waist Belt)

Sabuk atau tali pinggang di harness ditujukan sebagai pengikat. Bentuknya pun sama seperti sabuk, yakni menggunakan klip atau gesper. Biasanya, komponen ini juga bisa diatur sedemikian rupa sehingga APD terpasang dengan kencang dan aman.

3. Tali Dada (Chest Strap)

Tali di bagian dada ini punya fungsi khusus yang mana sangat penting untuk full body harness. Tujuannya adalah untuk menopang bagian bahu dan dada dengan sempurna. Bentuk dan penggunaannya pun kurang lebih sama seperti sabuk. Yang mana dikencangkan dan diamankan agar harness tidak mudah terlepas.

4. Tali Paha (Leg Straps)

Untuk harness seluruh tubuh maka akan ditemukan komponen tali paha. Gunanya untuk apa? Tentunya untuk menjaga posisi harness agar tidak mudah bergeser dan berubah saat bermanuver. Selain itu, tali paha ini membantu tubuh berada di posisi terduduk saat akan jatuh bebas. Sehingga mengurangi risiko rasa sakit dan tidak nyaman pada bagian pinggang.

5. Buckle atau Kaitan

Kaitan atau buckle biasanya ditemukan di area depan dada harness dan digunakan sebagai tempat mengikat, mengikat, dan memasang tali. Karena areanya di depan, maka akan lebih mudah juga saat ingin melepas tali. Selain itu, bentuknya pun seperti klip gesper sabuk. Jadi mudah dipasang dan lepas.

6. D-Ring

D-Ring atau cincin metal besar berbentuk D ini biasanya adalah bagian tambahan yang ada di area pinggang atau panggul. Apakah penting? Biasanya memang digunakan untuk pengait tambahan yang digunakan untuk menggantung peralatan kerja, aksesoris, dan tali pengikat.

7. Lanyard

Tali pendek yang satu ini digunakan untuk menahan guncangan. Bentuknya berupa tali pendek yang menjadi penopang cadangan saat jatuh bebas. Tali dengan panjang 1.2 meter ini akan dipasang sejajar di dada dan dikencangkan ke harness dan anchor point. Sehingga bisa menumpu beban badan yang jatuh.

8. Adjuster Buckles

Adjuster menjadi salah satu bagian bagian dari full body harness yang penting. Bentuknya seperti sabuk yang menghubungkan bagian atas dan bawah harness. Jadi, harnes bisa disesuaikan dengan tinggi tubuh dan membuat harness lebih nyaman dikenakan.

9. Dorsal D-Ring

Berbeda dengan D-ring yang di panggul. Dorsal berarti punggung. Karena itu, ring ini terletak di bagian punggung atau tepat di tengah bahu. Gunanya untuk apa? Salah satunya adalah untuk titik pengait utama pada lifeline dan lanyard. Jadi membantu menyerap hentakan saat terjatuh bebas.

10. Padding

Biasanya komponen ini juga disebut waist pad atau bantalan pinggang. Kegunaannya tentu sebagai bantalan di bagian pinggang. Dengan adanya padding, maka bisa mengurangi gesekan, tekanan, dan mengurangi rasa sakit saat menggunakan harness.

11. Label Informasi

Satu komponen yang tidak boleh dilupakan adalah label. Label tersebut berisi informasi akan produk tersebut, mulai dari anjuran, instruksi, sampai larangan, standar produk, jenisnya (kelas A, W, D, L, dan lain lain). Dan yang terpenting adalah informasi kapasitas berat penggunanya. Jadi wajib diperhatikan!

Call Now Button