Baju pemadam itu ada yang tahan terhadap api dan ada yang tahan terhadap panas. Kedua ragam baju ini berbeda. Perbedaan yang utama, tentu terletak pada bahan pembuatannya. Untuk baju yang tahan panas, dibuat dari bahan cotton yang bersifat lentur. Sementara baju yang tahan dengan api, dibuat dari bahan lain.
Seperti namanya, baju yang tahan panas akan melindungi penggunanya dari rasa panas api. Sementara baju yang tahan api, akan membantu melindungi penggunanya dari kobaran api yang tengah menyala. Dalam pemakaiannya pun, baju tahan api harus dikenakan dengan perlengkapan yang lengkap dan sesuai standar.
Hal ini dikarenakan lingkup kerja mereka berhubungan langsung dengan api.
Sementara untuk baju tahan panas, perlengkapannya tidak selengkap baju tahan api karena mereka hanya dipakai untuk menangani kebakaran kecil yang ada di luar ruangan.
Month: May 2024
Cara Merawat Pakaian Pemadam Kebakaran Tahan Panas atau Tahan Api
Berikut cara merawat pakaian pemadam kebakaran anda agar tahan lama dan tidak gampang rusak , yaitu:
- Jangan Mencuci dengan Mesin Cuci, Anda bisa mencuci pakaian pemadam kebakaran ini secara manual atau cuci menggunakan tangan karena jika menggunakan mesin cuci akan merusak tekstur baju tersebut.
- Pilih Detergen dengan pH rendah, Jangan asal menggunakan detergen pada saat mencuci pakaian pemadam kebakaran anda, pH yang tinggi akan menyebabkan merusak struktur pakaian anda.
- Gunakan Sikat dengan bahan yang halus, pakaian pemadam kebakaran anda tidak boleh dicuci dengan sikat berbahan kasar, hal ini dikarenakan bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan anti api pakaian. Sangat disarankan untuk menggunakan sikat berbulu lembut dan halus.
- Simpan di tempat yang aman, Jika sedang tidak digunakan, sebaiknya smpan pakaian pemadam anda di lemari dengan menggunakan gantungan agar struktur baju tetap awet. Agar baju bebas tida terkena debu, gunakan plastik khusus untuk melindungi pakaian.
Manfaat Baju Khusus Bagi Petugas Pemadam Kebakaran
Tentunya Anda sudah bisa meraba untuk tujuan apa baju-baju khusus petugas pemadam kebakaran tersebut dibuat bukan? Ya, selain sebagai petunjuk identitas pekerjaan, baju-baju ini juga termasuk alat safety yang akan membantu melindungi tubuh pekerja dari berbagai kemungkinan buruk saat bertugas.
Selain itu, baju-baju yang dikombinasikan dengan berbagai alat safety lain juga bisa membantu mengurangi risiko kecelakaan ketika bekerja dan sekaligus bisa membuat penggunanya lebih lincah dalam menyelamatkan banyak korban. Manfaat-manfaat ini ada karena baju-baju tersebut tidak dibuat secara sembarangan.
Tetapi memang dirancang secara khusus sehingga bisa melindungi dan sekaligus membuat penggunanya lebih leluasa menjalankan tugasnya.
Tiga Macam Kain yang Dipakai untuk Membuat Baju Petugas Pemadam Kebakaran
Karena mempunyai fungsi yang tak biasa, jelas baju petugas pemadam kebakaran tidak dibuat dari bahan yang biasa. Secara garis besar, baju ini dibuat dari 3 macam bahan, yaitu nomex, aramid dan serat asbes. Nomex adalah bahan yang tahan panas sekaligus tahan terhadap api karena titik lelehnya sangat tinggi.
Sebenarnya bahan Nomex dibuat dari kombinasi serat lain seperti meta aramid dan para aramid. Dengan begini, manfaatnya dalam melindungi pengguna bisa menjadi lebih baik. Untuk serat asbes, ini adalah bahan yang pertama kali dipakai untuk membuat baju bagi para petugas pemadam kebakaran. Selain baju, bahan ini juga bisa dipakai untuk membuat alat-alat lain termasuk sarung tangan.
Nah, kalau untuk aramid, ini adalah pengganti serat asbes karena bahan serat asbes dianggap membahayakan kesehatan petugas yang memakainya. Aramid ini sendiri merupakan kain sintetik fiber yang tahan terhadap suhu tinggi, tahan api, tahan panas dan juga kuat. Kain inilah yang juga dipakai untuk membuat baju para pebalap, baik mobil maupun motor.
Baju Tahan Panas dan Tahan Api
Baju pemadam kebakaran yang dijual di pasaran terdiri dari baju tahan panas, dan baju tahan api. Keduanya berbeda dan punya kelebihan kekurangan masing-masing.
Baju tahan panas biasanya berwarna oranye atau krem. Pakaian ini mampu menahan radiasi api mencapai 1500 derajat Celcius. Baju ini paling umum digunakan petugas damkar dalam menjalankan tugasnya memadamkan api.
Sementara baju tahan api dilapisi oleh bahan aluminium foil yang mampu menahan kobaran api langsung. Kekurangannya, baju ini lebih kaku sehingga penggunanya lebih sulit bergerak. Berat kedua jenis pakaian damkar ini berkisar antara 2,8 hingga lebih dari 5 kg, tergantung jenis dan kelengkapannya.
Pakaian pemadam kebakaran biasanya dijual lengkap, tidak hanya baju dan celana saja. Berikut ini satu set perlengkapan pakaian damkar:
- Senter explosion-proof
- Kapak khusus damkar
- Fireman line
- Sabuk
- Helm
- Sepatu boots tahan api
Baju Pemadam Tahan Api Berbeda dengan Baju Tahan Panas
Baju pemadam itu ada yang tahan terhadap api dan ada yang tahan terhadap panas. Kedua ragam baju ini berbeda. Perbedaan yang utama, tentu terletak pada bahan pembuatannya. Untuk baju yang tahan panas, dibuat dari bahan cotton yang bersifat lentur. Sementara baju yang tahan dengan api, dibuat dari bahan lain.
Seperti namanya, baju yang tahan panas akan melindungi penggunanya dari rasa panas api. Sementara baju yang tahan api, akan membantu melindungi penggunanya dari kobaran api yang tengah menyala. Dalam pemakaiannya pun, baju tahan api harus dikenakan dengan perlengkapan yang lengkap dan sesuai standar.
Hal ini dikarenakan lingkup kerja mereka berhubungan langsung dengan api.
Sementara untuk baju tahan panas, perlengkapannya tidak selengkap baju tahan api karena mereka hanya dipakai untuk menangani kebakaran kecil yang ada di luar ruangan.
